kemarin..
aku pergi
ke sana
ingin bicara
tapi ada daya
dunia terlalu sibuk untuk ku
untuk mendengar ku
mendengar bicara ku
lalu kemarin..
ku tatap layar kecil ku
mencari mereka-mereka terdekat ku
barangkali ada lah waktu untuk ku
dia.. battereinya habis
dia.. bekerja di Lizenstein
dia.. seminar di Sardinien
aku.. sendirian..
lalu kemarin..
tanpa harap besar ku telponnya
seorang teman
seorang gembala
baru sekali berjumpa
dan tanpa disangka
ramah suara angkat bicara
ketawa-ketiwi canda sana-sini
aku lega..
ahh.. ternyata masih ada..
dan kemarin itu juga..
sambil duduk di tangga praxis
tersengguk-sengguk aku di telepon
tak tahan akan sesak di dada
curahkan semua cerita
yang sempat tak terucap
dan dia..
yang baru sekali berjumpa
mendengar beserta hatinya
menghibur beserta senyumnya
menasehat beserta bijaknya
… membuat ku tak lagi tak terpatah-patah
… membuat ku syukur dan terima kasih
kemarin..
setelah jatuh
Dia menolongku berdiri
Dia memelukku dari belakang
dan mendukung ku; pundak punggung ku
dan aku
mau coba berjalan lagi
mau berjanji padaku dan Dia
walau takut
walau gelap
walau menangis
Hari ini..
ku bangun buka mata
walau hati sedikit gemetar
aku akan berjalan
dan suatu saat ku percaya
aku akan berlari
lagi..
Heidelberg, den 07. Mai 2009
Jesica